20 Oktober 2011

MARTABAK KUBANG

Bagi anda penikmat kuliner, tidak ada salahnya mencoba berbagai makanan martabak khas Padang (kubang) ini. Berbagai macam makanan dapat disajikan dengan cepat. Pemesanan pun dapan dilakukan dengan cara memesan melalui www.martabakkubang.com, hanya saja sebelum memesan anda harus registrasi untuk mendaftar sebagai anggota.


Berikut adalah nama produk berikut harganya:

  • Martabak Manis Pisang

Rp.12.000

  • Martabak Manis Pisang Coklat

Rp.15.000

  • Martabak Manis Spesial

Rp.22.000

  • Martabak Manis Crispy Keju

Rp.11.000

  • Martabak Manis Durian
Rp.25.000
  • Martabak Manis Crispy Coklat
Rp.10.000

Dan masih bnyak lagi.

Untuk melihat lebih banyak lagi menu / produk dari martabak kubang silahkan mengunjungi wabsitenya di www.martabakkubang.com.

Kekurangan dari wab ini tidak titampilkannya alamat tokonya. Namun jika kita mencari dari www.google.com untuk mencari lokasi dari martabak kubang maka kebanyakan yang keluar adalah blog dari masing-masing cabang toko.


28 September 2011

Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 48 Jam Tanpa Menyusu


Jakarta, Ibu yang baru saja melahirkan bayi kadang bingung dan khawatir karena air susunya (ASI) belum keluar. Tapi sebenarnya bayi yang baru lahir bisa bertahan hingga 48 jam tanpa menyusu. Jika ASI belum keluar, ibu tetap harus menjaga kontak kulit dengan bayi agar ia merasa nyaman.

"Bayi bisa bertahan 24-48 jam, karena ia sudah dibekali dari kandungan. Tapi yang terpenting jangan dipisahkan dari ibunya," ujar Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, FABM saat ditemui disela-sela acara seminar 'Ibu Bekerja Bukan Alasan Menghentikan Pemberian ASI Eksklusif' di Hotel Birawa, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

Dr Tami menuturkan ketika mendengar bayi menangis pasti yang terlintas pertama kali adalah bayi tersebut lapar sehingga harus disusui. Padahal bayi yang dipisahkan 6 jam saja dari ibunya akan memiliki tingkat stres yang 2 kali lipat lebih tinggi yang bisa membuatnya menangis.

Hal ini karena selama di kandungan bayi selalu dekat dengan ibunya, dan jika kadar hormon stresnya meningkat akan membuat daya tahan tubuhnya berkurang sebesar 50 persen.

Lebih lanjut Dr Tami mengungkapkan jika bayi menangis, maka gendonglah ia sehingga bisa mendapatkan skin to skin contact (kontak kulit) dengan ibu dan tetaplah berusaha menyusui agar bisa mendapatkan kolostrum meski hanya 1-2 tetes saja.

"Kolostrum ini berfungsi untuk membantu mematangkan usus bayi dengan menutup lubang-lubang yang ada di usus agar tidak diisi oleh benda-benda asing," ujar dokter yang berpraktek di di Klinik Lakstasi RS St Carolus Salemba.

Selain itu hampir sekitar 50 persen keberhasilan menyusui bergantung pada pikiran si ibu. Sedikit saja si ibu memiliki pikiran negatif maka akan langsung membuat produksi ASI-nya menjadi drop.

Dr Tami menjelaskan dari sisi kedokteran ada 2 hormon yang mempengaruhi ASI yaitu hormon prolaktin yang berfungsi memproduksi ASI dan hormon oksitosin yang berfungsi mengalirkan ASI.

"Hormon oksitosin terpengaruh oleh pikiran ibu, jadi kalau ibu sedang sedih, stres, kesel atau mangkel maka hormon oksitosin akan berkurang yang mempengaruhi produksi ASI," ungkapnya.

Untuk itu proses menyusui tidak hanya melibatkan 2 orang, tapi 3 orang yaitu ibu, bayi dan juga ayah. Dalam hal ini ayah memiliki kekuatan atau pengaruh yang cukup signifikan, atau disebut dengan breastfeeding gender.



Cc

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Burung Merpati Bisa Hasilkan Susu Kaya Protein & Antioksidan


Jakarta, Ternyata susu tak hanya dihasilkan oleh hewan menyusui atau mamalia saja. Beberapa jenis burung juga menghasilkan susu dari temboloknya. Tembolok adalah kantong kecil di bagian kerongkongan burung untuk menyimpan makanan sebelum dicerna oleh perut. Namun tidak sembarang burung bisa menghasilkan 'susu'.

Hanya beberapa jenis burung seperti merpati, flamingo atau penguin jantan Kaisar saja yang bisa menghasilkan 'susu' yang dimuntahkan ke dalam mulut anak-anaknya. 'Susu' ini dihasilkan dari cairan sel yang melapisi tembolok dan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan burung merpati muda karena kaya akan lemak dan protein.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Genomics ini menunjukkan bahwa 'susu' merpati mengandung antioksidan dan meningkatkan protein kekebalan. Para peneliti dari CSIRO Livestock Industries dan Deakin University Australia membandingkan profil gen pada 4 merpati betina yang 'menyusui' dan 4 merpati betina yang 'tidak menyusui'.

Gen dominan yang ada dalam burung merpati 'menyusui' adalah gen yang berperan juga untuk merangsang pertumbuhan sel, memproduksi antioksidan dan memperkuat sistem imun. Peneliti juga menemukan gen tersebut berkaitan dengan produksi trigliserida lemak yang menunjukkan bahwa lemak di 'susu' berasal dari hati merpati."Sangat memungkinkan jika antioksidan dan protein kekebalan terkandung juga dalam 'susu' merpati. Zat-zat tersebut secara langsung meningkatkan sistem kekebalan tubuh merpati serta melindungi jaringan tubuh merpati tua," kata penulis penelitian, Meagan Gillespie seperti dikutip dari ScienceDaily,Rabu (28/9/2011).

Penelitian ini memberikan pandangan singkat mengenai beberapa proses yang terjadi ketika 'susu' dalam tembolok merpati sudah terbentuk."Karena sifat 'susu' yang tidak biasa itu dijumpai pada burung merpati, maka menjadi menarik untuk menyelidiki perbedaan pada tahap awal serta perkembangan merpati dalam persiapannya untuk memproduksi 'susu'. Kami ingin lebih memastikan pola gen yang khas dari 'susu' merpati in," ujar Gillespie."Mekanisme ini adalah contoh menarik sistem evolusi untuk diperbandingkan dengan susu mamalia, karena 'susu' merpati memiliki fungsi yang serupa dengan susu mamalia," pungkas Gillespie. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba 'susu' merpati?



Cc
Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com